Senin, 10 Juni 2013

Saatnya Balita Belajar Tanggung Jawab

Usia balita adalah usia dimana anak mulai mempelajari segala hal. Orang disekeliling adalah contoh para balita untuk belajar.  Mulai dari orang tua, saudara, tetangga bahkan orang-orang yang bertemu dijalan atau di tempat umum. Karena pada umumnya para balita meniru apa yang ia lihat dan dengar. Contoh yang baik dapat membuat si anak meniru perbuatan baik, bahkan tidak sedikit terjadi contoh-contoh buruk pun mereka tiru. Oleh karena itu orang tua harus mengajarkan anak kebiasaan-kebiasaan baik dengan mencontohkan yang baik pula. Mulai dari hal kecil yaitu kemandirian dan tanggung jawab. Balita usia 2 tahun sudah dapat diajarkan kedua hal tersebut.

Tanggung jawab bisa diajarkan kepada anak sedini mungkin, sejak masa balita. Tanggung jawab bisa dimulai dengan hal-hal kecil, Anda dapat mengajari si kecil mulai bertanggungjawab atas hal-hal kecil. Beri kesempatan ia untuk melakukan sendiri apa yang mampu ia kerjakan, tanpa paksaan. Jangan lupa memujinya jika ia mampu mengerjakannya.

Dan jangan terlalu membebani anak dengan tanggung jawab besar yang tak sesuai usainya. Perhitungkan pula porsi tanggung jawab agar proporsional bagi anak seusianya.

Cara Membuat Balita Bertanggung Jawab

     1. Makan Sendiri













Makan adalah wujud tanggung jawab paling dasar yang dikenalkan pada anak. Jadi memungkinkan, ajarkan bayi menyuap makanannya sendiri lebih dini. Tentunya kita harus melihat usia dan tahap perkembangan otak anak. Sebenarnya, sejak usia 18 bulan, umumnya anak sudah bisa diajarkan tanggung jawab. Di masa ini anak mulai mengalami perkembangan individu dan punya ekspetasi sosial.

Perkembangan ketika anak bisa mengambil dan memasukan sendiri makanan ke dalam mulutnya, ketika anak bisa memilih bentuk dan rasa yang ingin dimakan, atau ketika bayi bisa meminum dengan gelas bergagang dan mengembalikannya lagi tanpa membantingnya. Ajarkan anak bisa makan sendiri, tentu saja harus dengan sabar dan fleksibel, karena biasanya memerlukan pelajaran yang berulang-ulang.
     
     
     2. Mandi Sendiri














Mendorong balita untuk mandi sendiri sebetulnya cara mengenalkan konsep tanggungjawab pribadi. Yang bertanggung jawab atas kebersihan kesehatan ialah dirinya sendiri. Jelaskan manfaat dan pentingnya membersihkan diri. Fasilitasi acara mandi yang menyenangkan buat si kecil dengan memberi perlengkapan mandi yang ia sukai.


3. Meletakkan piring ke tempat cuci
















Membangun kebiasaan ini akan membuat anak belajar bertanggungjawab sebagai bagian dari tim. Apalagi jika Anda tidak punya pekerja rumah tangga. Katakan bahwa kepada si anak yang berusia  lima tahun sudah cukup besar dan menjadi bagian dari tim. Karena itu ia bisa meletakkan piring kotornya ke tempat cuci bahkan belajar untuk mencucinya bila ia sudah cukup mampu. Cara ini akan membuat anak tak semena mena memerintah orang lain mengerjakan sesuatu hal untuknya.



4. Tugas Rumah















Bagi tugas rumah antara ibu, bapak dan anak. Cantumkan pada papan karton yang terlihat oleh semua anggota keluarga. Misalnya bapak bertugas mencuci mobil. Ibu bertugas membersihkan dapur dan anak punya tanggungjawab membereskan mainannya sendiri. Cara lain adalah mengajarkan anak melakukan tugas rumah.Jika anak memenuhi tugasnya, tandai dengan sticker bintang. Hargai sikapnya.


  5. Punya binatang peliharaan





















Anak bisa dilatih bertanggungjawab dengan memelihara binatang peliharaan. Misalnya kelinci atau ikan. Pilih saja yang binatang peliharaan yang simple. Kucing bisa dipelihara anak usia 10 tahun tapi anjing membutuhkan komitmen lebih besar. Jika anak ingin punya anjing atau kucing, maka libatkan balita dengan tugas kecil, yaitu tugas bermain dengan binatang peliharaan. Anda juga harus menyiapkan diri untuk sesekali menjadi back up dan jangan bosan mengingatkan anak. Sebaiknya mengadopsi binatang terlantas ketimbang membeli.


     6. Jangan mudah kecewa
















Dalam prosesnya, ada kalanya si kecil akan merasa bosan dan menolak melakukan tugas-tugasnya. Jangan kecewa dan hindari berkomentar negatif. Sebaiknya, tanyakan kenapa ia menolak mengerjakan tanggungjawabnya. Siapa tahu dia kesal karena Anda pun banyak melanggar tanggung jawab mengerjakan tugas rumah?



Ajarkan anak untuk berfikir positif tentang diri mereka sendiri dengan memodelkan perilaku ini dalam diri anda. Dan anak anda akan mendapatkan harga diri yang lebih besar ketika anda mendorong kemandirian dan tanggung jawab. Dorong anak anda untuk memiliki pikiran positif dengan kata-kata positif yang ia terima seperti, “Anak mama pinter ya bisa beresin mainan sendiri”.

Dengan begitu dapat membuat anak bersemangat untuk mengulanginya lagi. Karena dengan rutinitas atau pengulangan anak akan terbiasa melakukannya. Dan anda pun tidak perlu khawatir atau pusing melihat mainan yang berantakan karena si kecil cerdas sudah biasa melakukannya.

Yang juga penting adalah memberi contoh dalam keseharian. Anak selalu melihat apakah Anda meletakkan kunci mobil pada tempatnya? Apakah selesai makan Anda meninggalkan piring kotor begitu saja atau langsung mencucinya? Anda memang role model utama anak!     

Terkadang orang tua juga harus membiarkan si anak melakukan hal sesukanya, karena dengan melakukan hal yang ia inginkan, ia dapat memperoleh ilmu baru.
Mulailah mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik setiap hari kepada anak anda untuk membentuk rasa kemandirian dan tanggung jawab anak.




Sumber :  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar