Jumat, 10 Oktober 2014

Pengaruh IPTEK Terhadap Budaya


Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya,

mungkin itu adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan begitu beragamnya budaya orang Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Beribu – ribu pulau, suku, bahasa, adat, membuat Indonesia menjadi salah satu daya tarik dan Negara yang paling kaya dipandang dari budayanya. Secara matematis kita tidak dapat menghitung betapa melimpahnya kekayaan budaya kita.



Dari sekian banyak bidang ada dan berpacu untuk kemajuan salah satunya adalah bidang teknologi, yang menghadirkan perubahan dan kemajuan untuk selanjutnya digunakan oleh manusia. Beragam teknologi yang diciptakan memungkinkan manusia untuk bebas memilih apa yang diinginkan.
Perkembangan IPTEK selalu seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, semakin kompleks permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupannya, maka perkembangan IPTEK pun akan semakin canggih, karena pada hakikatnya perkembangan IPTEK itu bertujuan untuk bagaimana membantu manusia mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Perkembangan IPTEK sangat pesat dan begitu cepatnya hal ini disebabkan karena adanya berbagai perkembangan atau dorongan yang ingin dipenuhi oleh manusia dalam kehidupan baik itu kebutuhan yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi kelompok, maupun kebutuhan Negara dan bangsa secara umum.Dengan ada iptek,maka kita bisa mengolah banyak sumber alam mentah tanpa dipantau pihak asing yang lebih senior.

Dipandang dari adatnya ke-Timuran-nya maka Indonesia sangat berbeda dengan daerah yang ada di Barat, rata – rata orang Timur sangat menjunjung tinggi nilai – nilai budayanya sendiri sebagai aset untuk melestarikan daerah dan budayanya secara turun – temurun. Nilai – nilai budaya yang secara turun – temurun yang dimaksud adalah Sopan, Santun, Taat, Menghormati, Menghargai, Menjunjung Tinggi Adat, Tata Krama Pergaulan, dan lainnya yang menjadi ciri khas orang Indonesia.

Perubahan dalam hidup boleh terjadi akan budaya dengan nilainya yang tak terhingga akan tetap menjadi simbol bagi orang Indonesia dalam kehidupannya. Terbukti walaupun kemajuan begitu pesat saat ini akan tetapi dalam setiap kesempatan tetaplah budaya dikedepankan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Pada prinsipnya setiap perkembangan dan kemajuan dalam segi apapun baik adanya, setiap manusia menginginkan perubahan pun demikian dalam konteks kehidupan bermasyarakat.


Perkembangan teknologi seperti yang sudah tersaji diatas tentu membawa perubahan yang begitu baik dan pesat dalam kehidupan manusia. Perkembangan itu baik adanya jika sesuai dengan apa yang diharapkan.


Dalam konteks masa kini, kekayaan kebudayaan akan banyak berkaitan dengan produk-produk kebudayaan yang berkaitan 3 wujud kebudayaan yaitu
1. pengetahuan budaya
2. perilaku budaya atau praktek-praktek budaya yang masih berlaku, dan
3. produk fisik kebudayaan yang berwujud artefak atau bangunan.
Beberapa hal yang berkaitan dengan 3 wujud kebudayaan tersebut yang dapat dilihat adalah antara lain adalah produk kesenian dan sastra, tradisi, gaya hidup, sistem nilai, dan sistem kepercayaan. Keragaman budaya dalam konteks studi ini lebih banyak diartikan sebagai produk atau hasil kebudayaan yang ada pada kini. Dalam konteks masyarakat yang multikultur, keberadaan keragaman kebudayaan adalah suatu yang harus dijaga dan dihormati keberadaannya. Keragaman budaya adalah memotong perbedaan budaya dari kelompok-kelompok masyarakat yang hidup di Indonesia. Jika kita merujuk kepada konvensi UNESCO 2005 (Convention on The Protection and Promotion of The Diversity of Cultural Expressions) tentang keragaman budaya atau “cultural diversity”, cultural diversity diartikan sebagai kekayaan budaya yang dilihat sebagai cara yang ada dalam kebudayaan kelompok atau masyarakat untuk mengungkapkan ekspresinya.
Perkembangan IPTEK, sangat banyak membantu manusia dalam kehidupannya sehari-hari, baik itu dari segi pendidikan, ekonomi, informasi dan komunikasi, politik dan lain sebagainya. Semua manfaat IPTEK tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penerapan Iptek dalam pembangunan telah meningkatkan kehidupan masyarakat dan memajukankehidupan bangsa dan negara di berbagai sektor. Namun harus disadari di balik semua itu ada dampak-dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup.
Beberapa pengaruhnya yaitu:
1.Perubahan Tata Nilai
Berbagai penemuan teknologi telah membawa perubahan yang begitu cepat dalam tata kehidupanmasyarakat.  Perubahan itu antara lain cara orang bekerja, gaya hidup, dan tata nilai masyarakat.Berbagai penemuan dan penerapan teknologi telah membuka fase industrialisasi. Teknologi danindustrialisasi cenderung mempercepat tempo kehidupan, pengangkutan serba cepat, dankomunikasi secepat kilat
2.Adanya Kesenjangan Sosial
Perkembangan industri dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Tetapi juga memunculkan kesenjangan sosial di masyarakat. Muncullah kelompok masyarakat pemilik modalyang kaya bahkan menjadi konglomerat, tetapi juga ada kelompok masyarakat yang tidak memilikiketrampilan. Mereka yang tidak menguasai teknologi akan semakin ketinggalan dan hidup miskin.Terjadilah jurang perbedaan yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Hal ini dapat mendorongkecemburuan sosial dan kerawanan keamanan
3. Merosot dan merusaknya lingkungan alam
4. Kekhawatiran manusia terhadap persenjataan kimia dan nuklir
5. Berkembangnya kenakalan remaja dan kriminalitas.
Jadi, jelas penerapan IPTEK memiliki banyak keuntungan, tetapi juga ada dampak negatif yang harus dicarijalan pemecahannya. Selain dampak positif, perkembangan sistem informasi, komunikasi, dantransportasi juga memiliki dampak yang negatif. Dengan adanya media informasi, komunikasi, dantransportasi ternyata telah membawa pengaruh nilai-nilai sosial budaya luar yang mulai menggeser budaya bangsa klasik yang adi luhung. Kehidupan individualistik mulai berkembang dan menggeser nilai-nilai kekerabatan dan gotong royong sebagian rakyat Indonesia.

Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
1). Meningkatnya rasa percaya diri Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa – bangsa barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa – bangsa asia.
2). Tekanan, kompetensi yang tajam diberbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi akan melahirkan generasi yang displin , tekun , dan pekerja keras. Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya yaitu kemerosotan moral dikalangan warga masyarakat, khususnya dikalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material. Telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.


Sumber :

Kamis, 09 Oktober 2014

Android VS IOS


Seiring dengan perkembangan zaman pada saat ini, kecanggihan teknologi gadget semakin diburu oleh publik. Gadget yang sedang laris manis dalam pasaran gadget dunia saat ini adalah smartphone dan juga tablet. Karena kedua perangkat tersebut yang menjadi trend pasar saat ini, para vendor ponsel juga ikut bersaing dengan berlomba-lomba memberikan perangkat ponsel,  baik itu smartphone ataupun juga tablet dengan kualitas yang terbaik. Dengan tujuan bisa mendapatkan tempat dihati para konsumen.

Dan pastinya kita juga mengetahui komponen apa saja dan spesifikasi yang bagaimana saja yang ada dalam smartphone dan juga tablet. Sejauh ini kita mengenal sistem operasi sebagai otak dari smartphone dan juga tablet. Ada beberapa sistem operasi yang dimiliki oleh oleh perangkat ponsel, diantaranya adalah Android yang merupakan OS dari perangkat yang banyak digandrungi masyarakat, iOS merupakan OS dari Apple yang sudah terkenal dengan harga mahalnya. OSBlackBerry yang hanya bisa kita jumpai dalam perangkat BlackBerry saja dan terakhir OS yang sudah sangat terkenal besutah Microsoft yaitu Windows Phone yang saat ini digunakan oleh perangkat Nokia Lumia.
Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan pada anda semua tentang sistem operasiAndroid dan iOS, mana yang lebih menarik buat anda? Android kah? Yang merupakan OS ponsel yang sudah merakyat atau iOS yang merupakan OS dengan perangkat canggih namun memiliki harga yang tergolong tinggi. Simak beberapa perbedaan diantara OS Android dan iOS dibawah ini.

Perbedaan yang begitu terlihat dari kedua OS ini adalah “Pengembangnya”. OS Android memiliki sifat yang Open Source yang artinya pengguna bisa mengubah-ubah perangkat sesuai dengan keinginan dan selera. Sedang iOS memiliki sifat yang berbalik dari Android yaitu Closed Source yang berartikita sebagai pengguna perangkat dengan sistem operasi iOS tidak bisa mengubah-ubah perangkat sesuai dengan keinginan kita, namun disini pihak Apple sebagai pengembang mampu menyediakan aplikasi-aplikasi untuk melengkapi kebutuhan kita.
Keterbukaan Android malah bisa menjadi musibah buat kita, karena terlalu terbukanya hingga banyak tangan-tangan jahin yang berkeliaran untuk Android. Sedang disini iOS lebih terasa aman karena tertutup dan pihak Apple sangat bertanggung jawat terhadap ketangguhan perangkatnya. Selain itu perbedaan lain yang menyolok namun tidak begitu terasa adalah tombol yang dimiliki oleh iOS dan Android, iOS hanya memiliki tombol Home saja, sedang Android memiliki beberapa tombol diantaranya Home, Menu dan juga Back. Perbedaan ini terasa saat anda beralih perangkat dari Android menggunakan iOS atau juga sebaliknya.
Jika kita menilai secara sepintas pasti kita akan lebih memilih OS Android jika dibanding denganiOS, karena bisa dirubah-rubah sesuai dengan keinginan kita, disamping itu juga harga jauh lebih murah jika dibanding dengan perangkat yang menggunakan OS iOS. Namun jika kita lebih mengutamakan ketangguhan dan keamanan perangkat, pasti kita akan cenderung memilih iOS, namun semua itu kembali pada anda yang bisa menentukan, pilihan anda adalah yang terbaik buat anda.


Pengenalan Android
Android merupakan sebuah platform untuk perangkat bergerak (mobile device) yang semakin populer. Bahkan, beberapa perusahaan riset telah menobatkan Android sebagai jawara ponsel pintar (smartphone) melebihi platform yang lain, seperti Sysmbian atau Apple iOS. (Eueung Mulyana, 2012).
Android, Inc didirikan oleh Andy Rubin. Pada tahun 2005, oleh Google, dan kemudian tim yang dipimpin oleh Rubin mengembangkan platform perangkat mobile yang didukung oleh Linux Kernel. Alhirnya pada 5 November 2007, Open Handset Alliance sebuah aliansi bisnis beberapa perusahaan yang termasuk Google, HTC, Intel, LG dan 76 perusahaan lainnya meluncurkan sendiri. Pada hari yang sama, Open Handset Alliance juga meluncurkan produk pertama mereka yaitu Android, sebuah platform perangkat mobile yang dibangun pada Linux Kernel versi 2.6.

Perkembangan Sistem Operasi Android

Android Versi Beta

Android 1.0 (Astro)

Android 1.1

Android Cupcake

Android Donut

Android 2.0/2.1 Eclair

Android 2.2 Frozen Yoghurt (Froyo)

Android 2.3 Gingerbread

Android 3.0/3.1 Honeycomb

Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS)

Android 4.2 Jelly Bean

Android 4.4 KitKat


Keunggulan Sistem Operasi Android

1) Selalu lebih baik
Selalu update terbaru di setiap versi Android menjamin keunggulan disisi performa maupun fiturnya. Android Jelly Bean dan KitKat yang merupakan versi terbaru dari android bahkan menjanjikan penambahan keunggulan android dari kualitas yang signifikan.

2) Magnet Google
Nama baik Google yang tidak diragukan lagi juga menjadi salah satu keunggulan android. Kelebihan android yang satu ini tentu akan susah ditandingi. Nama besar Google di dunia maya akan membuat konsumen yakin bahwa os mobile ini memang os yang terbaik. Lebih – lebih juga dibandingkan dengan os mobile lain yang belum jelas keunggulannya.

3) Banyak dukungan vendor kelas atas
Keunggulan android ini mampu melonjakkan popularitas serta kemampuan Android. Selain kemudahan dalam segi integrasi teknologi dan popularitas ternyata masih banyak keunggulan lain yang dapat diperoleh dari dukungan vendor kelas atas tersebut sehingga memperkuat keunggulan android diantara os mobile lain.

4) Smartphone pengusung yang berkualitas
Kesuksesan ini tidak lepas dari keunggulan android yang diusung smartphone yang memiliki bermacam fitur berkualitas. Sebut saja Droid X, Galaxy S sampai HTC Evo memiliki banyak kelebihan sehingga konsumen terterik untuk membelinya.

Kekurangan Sistem Operasi Android

1.) Fragmentasi

2.) Tidak mendukung J2ME

3.) Boros baterai

4.) Google Centric

5.) Banyak Malware

6.) Update ke End User membutuhkan waktu yang cukup lama


Pengertian iOS
iOS adalah sistem operasi perangkat genggam dari Apple. Awalnya dibuat hanya untuk iPhone, iOS kemudian berkembang hingga mendukung perangkat Apple, Inc. Yang lain seperti iPod touch, iPad dan Apple TV. Apple, Inc, tidak melisensikan iOS untuk digunakan di perangkat keras lain. Hal ini berbeda dengan Android, yang mana kita bisa menemukannya di berbagai merk perangkat genggam iOS dibuat menggunakan bahasa C, C++, dan C-Objective. iOS merupakan sistem operasi Unix karena iOS diturunkan dari sistem operasi OS X yang memiliki fondasi Darwin.
Di akhir tahun 2010. iOS memiliki mangsa pasar sebesar 26% dibawah Android milik Google dan Symbian milik Nokia. Paa 31 Mei 2011, di Apple Inc App Store tercatat lebih dari 500.000 aplikasi iOS, yang telah diunduh sebanyak lebih dari 15 juta kali. Untuk bisa menjalankan aplikasi bajakan atau yang tidak tersedia di Apple, Inc App Store, pada umumnya pengguna iOS melakukan aktivitas iOS jailbreaking. (http://www.apple.com/iOS ).

Perkembangan iOS

iPhone OS 1
iPhone OS 2
iPhone OS 3
iPhone OS 4
iPhone OS 5
iPhone OS 6
iPhone OS 7


Kelebihan / keunggulan iOS

 Sulit terserang virus
 User Friendly
 Memiliki tampilan user interface yang menarik
 Tersedia aplikasi yang menarik dan berkualitas
 Ukuran memory internal yang cukup besar diantaranya 8GB, 16GB, 32GB, 64Gb.
 Upgrade FW yang relatif mudah.

 Dokumentasi yang memadai.
 Sophisticated development.
 Produk berseragam.
 Dukungan multi-task setelah versi 4.0. (Bilal Ahmed yasen & M. Awai Tariq, 2012).


Kekurangan iOS
 Harganya yang relatif mahal
 Memory yang tersedia tidah dapat ditambah sesuai dengan keinginan.
 Tampilan tidak dapat diubah sesuka hati. (http://www.apple.com/iOS ).
 Terlalu banyak pembatasan , tidak fleksibel.
 Tidak adanya kemudahan untuk aplikasi pihak ketiga.
 Masalah keamanan. (Bilal Ahmed yasen & M. Awai Tariq, 2012).

Jumat, 03 Oktober 2014

Prospek Profesi Lulusan Sistem Informasi

Apa yang dimaksud dengan “Sistem Informasi” ???

Encyclopedia  of Computer Science sendiri mendefinisikan  "Sistem Informasi" sebagai : 
"A  system  in  which  computing technology  is  applied  to  the information needs of the organization".Sistem Informasi dalam Dunia Akademik Konsep  mengenai  ilmu  itu  sendiri diperkenalkan  pada   dunia akademik  melalui  dua artikel utama dari Ashenhurst  (1972) dan Couger (1973). Dengan kata lain, bahwa keberadaan ilmu itu  telah diperkenalkan  dan dipelajari pada awal tahun 70-an  di  beberapa perguruan   tinggi  di  Amerika.  Pada  kedua artikel tersebut  disebutkan  bahwa tujuan diajarkannya ilmu Sistem Informasi  pada perguruan tinggi adalah : "To give students knowledge of the organization, its  information needs, and its behavior, as well as of computing technology."
Prospek lulusan bidang TI (Teknologi Informasi) baik MI (Manajemen Informasi), SI (Sistem Informasi), maupun Komputer Akuntansi dalam beberapa tahun ke depan masih tetap menjadi primadona. Bidang Teknologi Informasi atau bisnis lain yang didukung penerapan Teknologi Informasi untuk saat ini dan dimasa yang akan datang tetap mendapat perhatian khusus dari pemerintah, karena bersifatnya strategis bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Dua aspek penting dalam pengembangan bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi adalah infrastruktur dan Sumberdaya Manusia (SDM). Selain kedua aspek tersebut, sebenarnya masih banyak aspek lain seperti pendidikan, finansial dan sebagainya. Namun, lemahnya infrastruktur dan langkanya Sumberdaya Manusia professional dalam bidang ini merupakan penyebab lambatnya perkembangan dan bisnis Teknologi Informasi di Indonesia.

Apabila lulusan TI di Indonesia tidak memenuhi persyaratan, maka darimana tenaga kerja TI Professional diperoleh? Kemudian apabila perencanaan, pembinaan dan penciptaan SDM TI Professional tidak dilaksanakan dengan baik, maka krisis SDM pelan namun pasti akan terjadi. Bahkan dengan semakin berkembang dan murahnya jaringan komputer global (Internet), maka bursa tenaga kerja semakin terbuka secara global. Selain itu, dengan adanya perdagangan bebas seperti AFTA yang sudah berlaku sejak tahun 2003 lalu akan semakin mengancam lahan pekerjaan balam bidang TI di Indonesia apabila SDM lulusan TI Indonesia tidak persiapkan dengan baik. Sebut saja misalnya India, Korena, China, Singapura, dan lain-lain merupakan raksasa yang sanggup menembus pasar tenaga kerja IT Indonesia ke depan.


Prospek Profesi Lulusan SIstem Informasi (SI)
  1. Information System Specialist pada bidang kerja Sistem Informasi Korporasi
  2. Database dan e-Business
  3. System Analyst 
  4. Programmer Analyst
  5. System Support
  6. System Design 
  7. Database Administrator
  8. Information Technologi / System Information Consultant
  9. Web Developer
  10. Web Designer 
  11. Enterpreneur in IT Business 
  12. IS Auditor dan
  13. IS Project Manager.

Dari beberapa prospek profesi lulusan Sistem Informasi, saya akan menjelaskan sedikit tentang beberapa profesi yang telah disebutkan diatas.

System Analyst

System Analyst adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrogramansistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer, dan profesi sistem lainnya.
Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.
Pada dasarnya seorang analis sistem melakukan hal-hal berikut:
·         Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan sistem yang akan di gunakan
·         Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak
·         Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya
·         Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji
·         Mengimplementasikan sistem baru/sistem usulan yang akan digunakan perusahaan
·         Menyiapkan dokumentasi berkualitas

 Web Designer 

Perancang web atau desainer web (web designer) adalah orang yang memiliki keahlian menciptakan konten presentasi (biasanya hypertext atau hypermedia) yang dikirimkan ke pengguna-akhir melalui World Wide Web, menggunakan Web browser atau perangkat lunak Web-enabled lain seperti televisi internet, Microblogging, RSS, dan sebagainya.
Tujuan dari web design adalah untuk membuat website—sekumpulan konten online termasuk dokumen dan aplikasi yang berada pada server web / server. Sebuah website dapat berupa sekumpulan teks, gambar, suara dan konten lainnya, serta dapat bersifat interaktif ataupun statis.
Dengan berkembangnya spesialisasi dalam desain komunikasi dan bidang teknologi informasi, ada kecenderungan kuat untuk menarik garis yang jelas antara web design khusus untuk halaman web dan pengembangan web secara keseluruhan dari semua layanan berbasis web.

IS Auditor
Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasisecara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.


Rabu, 02 Juli 2014

Tulisan 3 : Pengaruh Budaya, Nilai dan Etnis Terhadap Perilaku Konsumen


Mempelajari apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen pada saat ini merupakan hal yang sangat penting. Apalagi faktor lingkungan yang sangat berperan dalam menentukan perilaku konsumen. Seperti yang kita ketahui bahwa aspek fisik dan social lingkungan dapat mempengaruhi perilaku, tanggapan kognisi dan afeksi seorang konsumen. Untuk itulah, penulis akan membahas tentang Nilai, Budaya dan Etnis.

Bisnis yang menawarkan kualitas pelayanan konsumen yang baik memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk berhasil dan tumbuh dibandingkan bisnis yang tidak peduli dengan pelayanan konsumen. Konsumen adalah kebutuhan yang pasti dari semua kegiatan bisnis. Maka, konsumen merupakan titik sentral perhatian pemasaran.
PEMBAHASAN
Konsumen adalah makhluk sosial yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya dan mempengaruhi lingkungan sosialnya. Dalam Sumarwan, 2002, berdasarkan kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen dapat dibagi kedalam lingkungan mikro dan lingkungan makro . Lingkungan mikro adalah lingkungan yang sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen seperti konsumen dengan penjual, toko, teman, kerabat dan orang lain. Sedangkan lingkungan makro adalah lingkungan jauh dari konsumen bersifat umum dan berskala luas, misalnya sistem politik dan hukum, kondisi ekonomi dan budaya.
2.1.Pengertian Budaya, Nilai dan Etnis
Budaya
Dalam studi tentang budaya kita perlu memperhatikan karakteristik-karakteristik dari budaya itu sendiri, yaitu budaya itu ditemukan (invented), budaya dipelajari, budaya diyakini dan disebarluaskan secara sosial, budaya-budaya itu serupa tapi tidak sama, budaya itu memuaskan kebutuhan dan diulang-ulang secara konsisten (persistent), budaya bersifat adaptif, budaya itu terorganisasi dan terintegrasi, dan budaya itu dasar aturan (prescriptive).
Budaya mengacu pada seperangkat nilai, gagasan, artefak, dan simbol bermakna lainnya yang membantu individu berkomunikasi, membuat tafsiran, dan melakukan evaluasi sebagai anggota masyarakat. Budaya dibagi menjadi 2 yaitu, makrobudaya dan mikrobudaya. Makrobudaya mengacu pada seperangat nilai dan simbol yang berlaku kepada keseluruhan masyarakat. Makrobudaya contohnya suatu bangsa, peradaban. Sedangkan mikrobudaya mengacu pada seperangkat nilai dan simbol yang berlaku lebih terbatas. Mikrobudaya contohnya kelompok agama, etnis.
Budaya dapat dipelajari karena sangat kental di kehidupan sosialnya, antara lain :
·         Prestasi  dan sukses pekerjaan
·         Aktifitas  sehari-hari
·         Efisiensi  dan kepraktisan dalam beraktifitas
·         Kemajuan  keluarga
·         Kesenangan  pada materi
·         Individualisme
·         Kebebasan

Nilai
Nilai adalah kepercayaan bersama atau norma kelompok yang telah diserap oleh individu. Misalnya nilai kesopanan. Selain itu, nilai adalah ide umum tentang tujuan yang baik dan yang buruk. Dari alur norma atau aturan yang menjelaskan tentang yang benar atau yang salah, yang bisa diterima dan yang tidak. Beberapa norma dikatakan sebagai enacted norms, di mana maksud dari norma tersebut terlihat secara eksplisit, benar dan salah. Namun, banyak norma lain yang lebih halus, ini adalah crescive norm yang telah tertanam dalam budaya dan hanya bisa terlihat melalui interaksi antaranggota dalam budaya.
Nilai-nilai budaya yang berlaku berbeda di setiap wilayah. Nilai yang berlaku di suatu Negara belum tentu berlaku di Negara atau bahkan bisa bertolak belakang dari nilai yang berlaku di Negara lain tersebut. Budaya mempengaruhi konsumen dalam sudut pandang terhadap dirinya dan orang lain, dan karenanya mempengaruhinya dalam berperilaku. Oleh karenanya, budaya sangat mempengaruhi bagaimana konsumen bereaksi atau berperilaku terhadap produk atau inovasi tertentu.

Etnis
Menurut Frederich Barth (1988) istilah etnis menunjukkan pada suatu kelompok tertentu yang karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa, ataupun kombinasi dari kategori tersebut terikat pada sistem nilai budayanya. Misalnya ras contohnya etnis jawa, etnis batak.
2.2 Budaya dan Konsumsi
Produk mempunyai fungsi, bentuk dan arti. Ketika kosumen membeli suatu produk, mereka berharap produk tersebut menjalankan fungsinya. Misalnya detergen untuk memebersihkan pakaian. Konsumen terus membeli prodek hanya bila harapan mereka akan produk yang menjalankan fungsi tersebut dipenuhi dengan sangat baik. Namun, bukan hanya fungsi yang menentukan keberhasilan dalam memasarkan produk. Cara utama budaya mempengaruhi produk yang dibeli dan digunakan ada tiga efek yang terjadi:
1.Pertama, budaya mempengaruhi struktur konsumsi (contoh: institusi-institusi yang tersedia dipasaran).
2.Kedua, budaya mempengaruhi bagaimana individu mengambil keputusan. Budaya mempengaruhi penggerak yang memotivasi orang untuk bertindak lebih jauh untuk motif yang bermacam-macam (contoh: kebebasan dan kemampuanbaca tulis).
3.Ketiga, budaya adalah variabel utama di dalam penciptaan dan komunikasimakna didalam produk. Budaya memberikan makna pada barang dan jasa (contoh: memasukan lagu-lagu yang kedesa-desaan atau alam di dalam suatu produk).
2.3 Nilai-nilai yang berubah
Sumber nilai yang berubah yang pertama adalah tiga serangkai lembagaa yaitu keluarga, agama, dan sekolah. Bila lembaga-lembaga berubah dengan cepat, nilai-nilai dari konsumen berubah, menciptakan kebutuhan akan perubahan yang sesuai di dalam prigram pemasaran dan komunikasi. Pertama keluarga, beberapa perusahaan meninjau kebijakan mereka mengenai gangguan pekerjaan terhadap kehidupan keluarga misalnya memberikan pusat penitipan anak yang berkualitas bagi pegawai, mendorong keluarga untuk mengadakan perjalanan keluar kota, memberikan beasiswa pada anak-anak pegawai, dan bahkan memberikan konseling perkawinan. Kedua agama, efek dari lembaga keagamaan yang berubah dengan pemasaran adalah bahwa nilai-nilai konsumen pada tahun-tahun mendatang akan lebih pribadi, bervariasi, dan pluralistis. Misalnya, banyak penyusutan inventaris merosot bila lembaga agam merosot karena pegawai mungkin tidak lagi mengangga bahwa pencurian itu salah. Ketiga pendidikan, contohnya di Amerika pada tahun 1970 lebih banyak pria lulusan perguruan tinggi, tetapi sekarang malah lebih banyak wanita. Sumber yang kedua adalah pengalaman pada awal kehidupan. Contohnya perang, gerakan hak warga sipil, dan realitas ekonomi.
2.4 Pengaruh etnis pada perilaku konsumen
Norma dan nilai kelompok di dalam masyarakat lebih luas disebut dengan pola etnis. Etnisitas adalah proses identifikasi kelompok dimana orang menggunakanlabel etnis untuk mendefinisikan diri mereka dan orang lain. Etnisitas merupakan semacam kombinasi keduanya, termasuk kekuatan atau kelemahan afiliasi orang yang mempunyai kelomok etnis sehingga tingkat dimana orang didalam kelompok etnis berbagi persepsi dan kognisi yang sama dan yang berbeda dengan persesp dan kognisi kelopok etnis yang lain, mereka merupakan kelompok pasar yang berbeda. Nilai makrobudaya etnis mungkin bertentangan dengan mikrobudaya. Contohnya, gaya hidup orang kulit hitam yang tinggal di negara barat mungkin mencerminkan makrobudaya kulit hitam maupun barat, tetapi terkadang orang kulit hitam secara sengaja ataupun tidak, tdak mencerminkan budaya yang mungkin ditunjukan oleh warna dan nama keluarga, dan konsumen Inggris mengasimilasi dan memeainkan musik, bahasa, makanan, dari mikrobudaya etnisnya.

KESIMPULAN
Konsumen adalah makhluk sosial yang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya dan mempengaruhi lingkungan sosialnya. Dimana pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, nilai dan etnis. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut diatas.
Kebudayaan adalah faktor penentu yang paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan keseluruhan kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan yang dipelajari yang membantu mengarahkan perilaku konsumen para anggota masyarakat tertentu.
PENUTUP
Demikianlah tulisan tentang “Pengaruh Budaya, Nilai dan Etnis Terhadap Perilaku Konsumen” ini saya buat demi menambah pengetahuan masyarakat tentang pengaruh lingkungan apa saja yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Tulisan ini berasal dari beberapa sumber yang berasal dari internet dan saya berharap tulisan ini dapat berguna untuk semua yang membacanya.



Sumber:
http://zlataninter.wordpress.com/2010/11/12/tugas-tulisan-perilaku-konsumen-2/